
Aksi yang dipimpin oleh Rizieq tidak meninggalkan kerusakan di sekitar lokasi aksi, yaitu Lapangan Monumen Nasional, Jakarta. Bahkan, aksi tersebut juga turut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
“Dengan wibawa yang dia miliki, Rizieq Shihab berhasil meredam amarah Umat Islam yang berunjukrasa sehingga aksi tersebut tidak berakhir anarkis. Bahkan tidak ada rumput yang rusak dan satu ranting pohon pun yang patah dl Monas,” katanya di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (20/12), dikutip dari merdeka.com.
Rizieq juga kerapkali menyampaikan bahwa aksi yang ia pimpin bukanlah aksi anti terhadap etnis atau agama tertentu. Aksi tersebut merupakan aksi murni dalam membela Islam dan menegakkan keadilan di Indonesia. Tak luput, Rizieq juga menyebutkan bahwa aksi tersebut tidak dimaksudkan untuk memecah NKRI.
“Sebagai Ulama, Habib Rizieq sangat mumpuni, dan sebagai pemimpin beliau juga sangat dihormati. Jadi, siapapun pasti akan sependapat bahwa Habib Rizieq Shihab memang pantas mendapat penghargaan sebagai Man Of The Year 2016,” jelas Rizieq.
Pemberian penghargaan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 22 Desember 2016 di Jakarta. Namun karena satu hal yang tidak dapat dijelaskan maka acara ini mundur menjadi tanggal 28 Desember 2016 di Pondok Pesantren Rizieq Shihab di Bogor.
0 komentar:
Posting Komentar